New Page 1






fariharosyidah
Indonesia
   

<< August 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Saturday, August 2
Masih ada senyum di Jakarta

Empat jam waktu yang cukup bagiku untuk sedikit mengenal daerah Kemayoran, tempat aku tinggal sementara (sebenernya pengen tinggal terus disini T T).

Aduh cerita ko ga jelas ya..
jadi everyone, aku untuk sementara ini akan menetap di Jakarta, karena aku uwis berstatus karyawan untuk salah satu manufacturing company di kawasan industi pulo gadung. Dan sebelum tinggal di deket sana(ngekos-red), tinggallah aku di kantor bapakku dan teman-teman nya, yaitu di kawasan kemayoran ini.

Siang ini, karena pemadaman listrik dan memang sudah waktunya aku ngapalin jalan.. keluarlah lah aku dari kantor... menuju pertokoan terdekat.

Petunjuk yg diberikan oleh orang rumah, cuman "naek jalur ini atau jalur ini", setelah itu mereka meninggalkanku.. :P

Ya ok lah, jalan aja.
Menelusuri trotoar disini memunculkan berbagai pikiran negatif. hahaha.. yappari beda.. ya Allah ko iso penuh karo sampah (aku kagetan yo :P). Setiap orang terlihat capek bergulat dengan pekerjaannya. Mereka terlihat garang, tapi tersimpan kesungguhan yang ditandai dengan kuatnya isapan rokok mereka.. disusul kepulan asap yang bikin sesek.. uhuk uhuk

anyway, singkat cerita aku naek angkutan yang sebenernya aku ga yakin akan membawa pada pertokoan yang kutuju. Tertlulis "Pulo Gadung" di kaca depannya. Ok, aku naik.

Setelah naik, pdkt ke pak supir.. "pak pak, bener ini lewat sini". "Iya neng", jawabnya. "yokatta", aku melepas nafas lega.

Nguung... orang-orang terlihat capek, alisnya datar, ada yang berkerut malah. Make-up yang tebal tak bisa menutupi wajah "berjuang" mereka. barangkali itu karena respon dari asap dan bau yang menyebar ke setiap sudut angkot, tak terkecuali!!! Seorang mbak-mbak  yang punya wajah serius duduk jeda dua deret dariku, seorang bapak dengan jaket hitam juga tak segera meluruskan kernyit di dahinya. Sedangkan mbak-mbak agak mirip luna maya, juga terlihat sedikit menjadi garang, apalagi karena menurutku rambutnya sudah agak bergeser dari apa yang dia tata di depan cermin di rumahnya.
Aku juga sama seperti mereka,  Ditambah aku yang masih berpikiran.... "ini bener ga ya angkotnya..."

Sampai angkot itu berhenti..
Tiga penumpang turun.. dan aku, masih sibuk pengamatanku.
Tapi, ups...
Mbak-mbak yangpunya wajah serius, yang kukira tak bisa melepas senyumnya itu dengan cepat memberi tahuku,
" Mbak, ini ITC nya."
"oooooooo " jawabku. "pertama kali kesini.." sambungku sambil berbisik ke diri sendiri. hahhahahha riha riha.

Sambil agak panik, ku ulurkan uang ke pak sopir. Wajah mbak yang serius tadi spontan mungkin langsung pengen ketawa melihatku.
"Makasih ya mb."
"Iya" jawab mbak tadi, diiringi senyum dan sedikit senyum tipe geli.
dan aku berpisah dengan angkot no.53 dengan menunduk dan senyum sendiri.

Posted at Saturday, August 02, 2008 by fariharosyidah
Make a comment  

Thursday, July 31
new blog: higashi-kara-no-watashi


my new companion blog,people
(for you who literate in Japanese)


                   Just click it,
                   and youkoso!!(welcome)
                

Posted at Thursday, July 31, 2008 by fariharosyidah
Make a comment  

Friday, July 25
Riha's signature therapy

Suatu siang di BCA, aku duduk di depan Clerk untuk buka rekening baru. KTP sudah siap di tangan dan siap di proses.

"Coba mbak, tanda tangan di sini.." Clerk menyuruhku tanda tangan di kertas kosong, untuk nyocokin tanda tangan di KTP dan tanda tanganku hari itu.

"Loh, kok ga sama mb?", kerut dahi Ibu Clerk mulai terbentuk.

"Haa. Massaaak?!", kerut dahiku tambah banyak lagi.

Kucoba 2 kali, 3 kali, 6 kali. Sang Ibu Clerk masih saja ga sreg dengan semua tanda tanganku.

"Ih ibuk, emang giniii.ya kayak gini tanda tangan saya." aku pusing sendiri.

Memang si, ada bagian yang tidak konsisten. Pokoknya, kalau tanda tangan aku nulis nama "rosyidah" saja. terserah gimana bentuknya..
Dan so far, selama ini ga ada masalah. Tapi hari ini...Kayak yakin masukin nomer PIN yang salah berulang-ulang.

"Pelan-pelan aja mbak nulisnya.." nasehat Clerk nya.
Oh iya ya, kali itu resepnya. Bikin tanda tangan aja aku "asal". Coba pelan dan hati-hati. Aku coba, sambil liat tanda tangan di KTP yang jadi patokan hari itu.

Clerk menyerahkan formulir baru dan menyuruhku mundur. mempersilahkan antrian berikutnya. aku manyun karena gara-gara tanda tangan yang ga konsisten, ga pelan, dan ga hati-hati akhirnya harus mundur antrian.

Begitulah. Keluar dari BCA aku menjadi orang yang pelan-pelan dan hati-hati :P


Posted at Friday, July 25, 2008 by fariharosyidah
Comments (4)  

Friday, July 4
What's your inspiration?

Inspiration defined as " a feeling of encouragement that you get from someone or something, which gives you ideas about what you should do"

Kebanyakan input penggerak hidupku rupanya lebih di dominasi oleh inspirasi, lingkungan dan petualangan. Makanya, bisa dilihat juga dari postinganku selama ini, jarang sekali yang bernuansa ilmiah, sebaliknya adalah tulisan-tulisan kesan dari mengamati,  mendengar-nasheed- dan merasakan (Is it because I am a girl?! hmm..).
Sebaliknya, input yang butuh ditransfer dengan effort misalnya baca buku dan belajar masih minim alias perlu dibudidayakan. Dan..aku menemukan satu istilah untuk diriku, yaitu; males mikir (hope i could get rid of it soon :D)

Well, tapi kali ini lagi pengen share tentang inspirasi, lengkapnya;
Apakah inspirasi utama dalam hidupmu?

Waktu di APU, aku pernah denger dari Mb Mega tentang gimana photoslides bisa membuatnya sangat terinspirasi. Waktu itu, ada acara charity show dalam rangka Gempa Aceh 26 Desember 2004 di campus dengan salah satu acaranya adalah penayangan photoslides korban gempa diiringi music yang menyentuh. Dari cerita mb mega, dia bercerita kalau ga salah begini intinya: Wah, habis liat korban yang disana... rasanya ga mau lagi beli barang-barang yang ga penting. Kan uang-uang itu, walaupun sedikit, bisa buat bantu mereka (rupanya ini asal filosofi program kids go to school hoshiZora ya?). 
-encouragement lewat photoslides that gives the idea to save for other's shake-

Babe, beliau sangat tergugah bila mendengar saudara yang baru dilanda musibah. Biasanya pasti langsung calling aku dengan bilang; makanya kita harus strong biar bisa bantu!
-encouragement to be strong to help others-

Aku sendiri, inspirasi sejenis aku dapatkan ketika melihat orang-orang yang sedang struggling, dan most of them tentu banyak aku dapatkan di tanah air; bapak-bapak yang nggeret gerobak, ibu-ibu membawa pikulan di pasar. 1.dapet encouragement to be strong untuk bisa bantu mereka someday.2. terinspirasi untuk mencontoh mereka yang tetap gigih dan bahagia.3.ngaca, jangan suka mengeluh!:D atau dalam istilah lain biar kita jadi bersyukur.

Selanjutnya, aku punya satu inspirasi yang sangat ampuh! I am glad if I could have this in every breath. Yaitu mengingat mati. Sudah lama sejak awal kuliah, karena lingkungan dan kesibukan, inspirasi ini sudah susah nempel di pikiran. Dan, kemarin, tiga hari berturut-turut... ko aku rasanya dikasih kesempatan untuk benar-benar membenamkan the words "kamu bakal kembali nanti, so.. tau kan waktu nafas ini masih ada harus ngapain..?"

Bisa menebak apa? Dari beberapa momen, yang paling ngefek adalah ketika aku melihat prosesi pemakaman. Sebelumnya turut berduka cita untuk adik dari Mb Dinar Aminarti (teladan2003-Al.Munawwir Komp.Q-Elektro2003.UGM) yang kembali ke Rahmatullah kemarin 3Juli 2008.
Kemarin, setelah mendapat sms dari teman, aku langsung melunjur ke rumah keluarga mb Dinar di Bantul. Karena datang telat, aku hanya berdiri di pinggiran di antara pelayat. Ga lama, jenazah dibawa untuk dimakamkan, disusul mb Dinar di belakang. Dan aku, langsung diajak mb Dinar ikut barisan. Dalam suasana haru namun penuh ketabahan... aku mengikuti prosesi pemakaman...

teringat kata-kata Aa Gym dalam salah satu muhasabahnya;
kadang kita berpikir... fase kematian itu milik orang lain, orang yang kita layati.
padahal, sudah jelas, kematian adalah milik kita juga. hanya tinggal nunggu..

saat tubuh digotong dan dimasukkan liang lahat... aku bayangkan.. begitulah aku besok. semua akan berakhir disana.. tubuh yang ketika hidup adalah milik kita sepenuhnya, tubuh yang jadi pemeran utama dalam aktifitas hidup sudah tak berarti apa-apa. tubuh sudah terbungkus dan saatnya kembali lagi.

saat sudah masuk lubang yang dalam..., bagaimanakah rasanya? mulai gelap? jauh orang-orang, bahkan orang yang paling kita cintai, jauh dari keluarga, sendiri...

saat papan mulai dipasang... semakin gelapkah? sudah saatnya berpisah? padahal ketika nafas masih ada..... jangankan hanya ingin bertemu dengan orang-orang yang kita sayangi, apa saja yang kita inginkan masih bisa kita buru, kita usahakan, kita lakukan. tapi tidak ketika nyawa sudah digenggam-Nya kembali.
Dan saat tanah mulai ditaburkan.... inilah waktunya...

Sebuah momen yang menghasilkan kesadaran yang dalam. Simple, dalam keadaan terbujur kaku begitulah menungso akan kembali lagi. Kesadaran bahwa manusia itu ga ada apa-apa nya, untuk eling apa yang seharusnya diniatkan dan dilakukan ketika masih hidup.
persiapan penuh, karena catatan waktu kapan datangnya kematian tidak tertulis di buku agenda kita. Ketika sudah wancine, Dia akan mengambilmu kembali sewaktu-waktu.

Tapi, kembali optimis, ketika mengingat salah satu lyrics bimbo:

Kata Nabi, jangan takut mati
takutlah pada kehidupan setelah kau mati, renungkan lah itu...

Yup, mati itu pasti.
mung..., sejauh mana kita bisa membekali diri kita,
teranglah kubur bila yakin ke-tauhid-an kita
teranglah kubur bila sempurna keimanan kita terhadap utusan Allah; kanjeng nabi Muhammad
teranglah kubur dengan amal-amal sholeh

mati dengan keadaan sesuai apa yang kita usahakan ketika hidup.
dan alangkah indahnya bila setiap nafas ini mengingat mati. menciptakan kesadaran yang sesungguhnya...

seperti kata Pak Zar'an, Bapak Guru Agama Islam SMA1, orang yang cerdas itu... orang yang ingat mati yaitu orang yang tau apa-apa konsekueansi hal-hal yang akan diperbuatnya di kehidupan setelah mati nanti...

jadi, remembering death bagiku adalah... encouragement yang memberiku kesadaran maksimal tentang what I should do dan apa yang harus aku niatkan ketika masih ada nafas ini...

So, how about you? Sejauh mana remembering death menginspirasimu?
Atau apakah inspirasi utama dalam hidupmu, which gives you ideas about what you should do?

 

Posted at Friday, July 04, 2008 by fariharosyidah
Comment (1)  

Next Page