Entry: 99 Cahaya bagiku August 25, 2013



Memilih buku yang bagus tak semudah memilih makanan yang enak, yang berarti akan habis dimakan tanpa sisa. Sering aku membeli buku, end up dengan dibariskan saja di rak buku. Finally ada buku yang enak karena dengan cepat aku menamatkannya. Thanks for Shelly untuk rekomendasinya :)

Buku itu tepatnya adalah novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Yang paling aku suka dalam buku ini adalah ceritanya yang membuatku cinta akan sejarah Islam, khususnya karena tempat yang kini leading the world itu menyimpan begitu banyak fakta esensial kejayaan Islam di masa lalu. Juga membuatku lebih melek tentang sejarah Eropa, bagian masa kegelapannya hingga renaissance. Banyak hal yang harus kupelajari lagi! Menyadarkanku bahwa ketika di bangku sekolah dulu, pelajaran-pelajaran sejarah itu hanya mampir saat ujian di kepalaku. Astaghfirullah.. Padahal betapa penting dan menariknya fakta-fakta masa lalu itu, terutama karena menyimpan serpihan kejayaan Islam yang harus kita bangkitkan lagi. Let us bring back our glory - lantun Sami Yusuf

Cerita perjalanan di negeri orang ini juga mengingatkanku pada pengembaraanku di Negeri lain. Yang berkesan pertama, tentu saja Jepang, tempat aku menamatkan pendidikan sarjanaku selama 4 tahun. Sayang, bahkan fotopun tidak kudokumentasikan dengan baik. Apalagi tulisan. Di Jepang, kejayaan Islam masa lalu hampir nihil ditemukan. Namun disini, aku sangat bersyukur dan feel blessed karena diberi kesempatan olehNya bertemu dengan berbagai Muslim dari penjuru dunia, dengan berbagai ghiroh dan semangatnya. Dan melihat bahwa komunitas muslim dan masjid itu tetap kuat dan tegak berdiri di berbagai wilayah walaupun di negeri yang belum dipendari cahaya Islam sepenuhnya.

Kedua, smart travelingku ke China karena memanfaatkan rute transit dengan pesawat murmer- airchina. Kala itu cuma sekitar empat hari aku berpetualang sendirian di Beijing dan Shanghai. Disini aku bersyukur bisa mengunjungi salah satu Masjid tua di Jantung kota. Merasa bangga, karena di tengah negara dengan populasi nomor satu di dunia dengan emerging economynya, ada Masjid dan muslims disini. Namun sayang masjid dan muslims ini tidak berjaya, seperti fakta di Eropa, yang diceritakan mba Hanum dalam novelnya.

Dan..memang tidak hanya di China ataupun Eropa, Islam masih dipandang sebelah mata, bahkan bagi sebagian besar orang di Dunia ini sulit memahami kenapa sebagian besar Negeri-negeri dengan mayoritas Muslim ini bahkan belum bisa mencapai tahap damai, alih-alih maju. Mesir, Suriah, Lebanon, Irak , Pakistan yang bergejolak, muslim Rohingnya yang terdholimi, ah banyak sekali PR kita.

Adalah kesempatan bagi kita untuk ikut mengukir peradaban Islam baru selanjutnya. Jika kumpulan insan-insan Allah pada masa lalu bisa mengukirnya, kita yang juga merupakan Insan Allah pastilah punya kesempatan yang sama. Membuktikan bahwa Islam berarti damai, kaya akan hamba-hamba yang cinta akan pengetahuan dan tempat ketentraman karena disini petunjuk untuk berserah diri pada yang Hakiki..

Namun sebenarnya bukan kita yang dibutuhkan, namun kita yang butuh untuk mengukir karya itu, untuk bekal kita sendiri..

- ditulis di Duri, feel enlightened

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments